Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- Selamat Datang Siswa Baru SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2025/2026 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB TP. 2025/2026
Pelayanan Publik
PPID SMKPPN Banjarbaru
Perpustakaan SMKPPN BJB
Layanan & Perizinan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan Kementan
Pelayanan Lainnya
Kalender
06 May 2026
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

PROGRAM PAJALE OLEH SMK-PP NEGERI BANJARBARU

Tanggal : 10-08-2015 13:50, dibaca 5163 kali.

   Pergantian Presiden Republik Indonesia dari Bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ke tangan Bapak Jokowi pada akhir tahun 2014 kemarin tentunya berdampak pada perbedaan dan bahkan perubahan program-program yang akan di capai di masa jabatanya. Beberapa program dari Presiden Jokowi adalah program swasembada pangan khususnya Padi, Jagung dan Kedelai yang harus tercapai dalam kurun waktu 3 tahun dari masa jabatannya atau tahun 2017. Program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi ini di serahkan kepada jajarannya, khususnya ke Kementerian Pertanian, yang dipimpin oleh Bapak Amran Sulaiman.

   Maka, Menteri Pertanian Republik Indonesia menyambut gayung perintah dari Presiden Jokowi tersebut dengan melaksanakan Upaya Khusus (Upsus) dengan program-program berkesinambungan untuk mencapai swasembada tersebut. Program-program yang dibebankan tersebut merupakan sumber makanan pokok bagi warna negara indonesia, yang selama ini sering terjadi impor apabila kebutuhan di dalam negeri dirasa tidak mencukupi. Maka demi menjadi bangsa yang mampu mencukupi kebutuhan domestik maka sumber makanan tersebut menjadi prioritas oleh Bapak Presiden dan Menteri Pertanian.

   Kementerian pertanian dalam melaksanakan program pajale ini mengerahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah-daerah yang berada di bawah 11 Eselon di Kemeterian Pertanian. Pengerahan UPT di tiap eselon I ini guna memenuhi target yang dicanangkan oleh Bapak Jokowi. Maka, guna mendukung Program Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan Petani serta mendukung Swasembada Pangan, SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai UPT dibawah eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian ikut serta dalam menyuseksaskan program pemerintahan Presiden Jokowi tersebut.

   SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai pusat pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya, khususnya wilayah Kalimantan Selatan, mendukung dan terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui desa binaan / desa mitra, pendampingan petani dan peningkatan kapasitas BP3K. Untuk menjamin keberhasilan dan kelancaran kegiatan tersebut, perlu adanya peran serta dari semua pihak yang terkait dalam menjalankan Program Pemerintah.

   SMK-PP Negeri Banjarbaru dalam tujuan adanya program kerja Peningkatan Kualitas Penyelengaraan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk peningkatan kapasitas BP3K dan desa mitra, yaitu (Laporan Pajale SMK-PP N Banjarbaru: 2015) :

  1. Membimbing dan memotivasi petani yang berada di wilayah desa mitra untuk dapat mengembangkan jenis usaha taninya.
  2. Meningkatkan ketrampilan dan wawasan petani dalam bidang pertanian.
  3. Membantu petani meningkatkan modal usaha taninya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
  4. Menjadikan Desa Mitra sebagai laboratorium lapangan praktek bagi siswa dan siswi SMK – PP Negeri Banjarbaru.
  5. Menjadikan Desa Mitra sebagai motivasi perubahan mental peserta didik untuk menjadi pelaku usaha (wirausaha) dibidang pertanian pangan dan hortikultura.

   Kegiatan peningkatan kualitas penyelenggaraan pengabdian masyarakat/desa mitra yang dilaksanakan berlokasi di 50 desa pada 12 BP3K Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. Pembentukan kepanitiaan untuk peningkatan kapasitas BP3K berdasarkan Keputusan Kepala Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru Nomor : 546/Kpts/SM.210/J.4.2/04/2015 tentang panitia dan pembimbing kegiatan peningkatan kapasitas BP3K, pendampingan petani desa mitra untuk mendukung swasembada pangan sekolah menengah kejuruan pertanian pembangunan (smk-pp) negeri banjarbaru tahun 2015. Pembentukan kepanitiaan untuk desa mitra berdasarkan Nomor  : 858/Kpts/PL.030/J.4.2/06/2015 tentang panita dan pembimbing petani desa mitra sekolah menengah kejuruan pertanian pembangunan (smk-pp) negeri banjarbaru tahun 2015.

   Peningkatan kualitas penyelengaraan pengabdian masyarakat yang di lakukan oleh SMK - PP Negeri Banjarbaru Tahun 2015 dengan memberikan bantuan kepada “Kelompok Tani “ melalui BP3K.  Desa mitra yang merupakan wilayah kerja dan binaan dari SMK - PP Negeri Banjarbaru adalah wilayah Banjarbaru, kab. Banjar, kab. Tanah Laut yang meliputi 12 BP3K dan 50 desa mitra adalah sebagai berikut :

  1. BP3K Landasan Ulin sebanyak 4 Desa
  2. BP3K Tambang Ulang  sebanyak 4 Desa
  3. BP3K Tangkisung sebanyak 4 Desa
  4. BP3K Kurau sebanyak 5 Desa
  5. BP3K Bati-Bati sebanyak 5 Desa
  6. BP3K Mataraman sebanyak 4 Desa
  7. BP3K Astambul sebanyak 4 Desa
  8. BP3K Kertak Hanyar  sebanyak 4 Desa
  9. BP3K Pabahanan sebanyak 4 Desa
  10. BP3K Bumi Makmur sebanyak 4 Desa
  11. BP3K Tatah Makmur sebanyak 4 Desa
  12. BP3K Cempaka sebanyak 4 Desa

   Dalam hal ini SMK - PP Negeri Banjarbaru berperan dalam membimbing, memotivasi dan meningkatkan wawasan dan ketrampilan bagi petani dalam kelompok taninya. Waktu yang direncanakan untuk desa mitra ini adalah berkelanjutan tidak hanya satu siklus tanaman saja.  Akan tetapi dapat memonitoring dan mengevaluasi dampak dari pemberian bantuan tersebut.  Untuk lamanya waktu yang diperlukan satu siklus tanaman kurang lebih 2 – 4 bulan.

   Bantuan yang diberikan pada masing-masing kelompok tani atau desa binaan dalam bentuk bantuan bahan sesuai dengan anggaran tahun 2015 yang ada di anggaran SMK - PP Negeri Banjarbaru dan permintaan yang diajukan berupa proposal oleh masing – masing kelompok tani. Bantuan bahan yang diberikan pada petani nantinya diharapkan bisa meningkatkan swasembada padi, jagung dan kedelai. Sehingga program swasembada pangan yang harus tercapai dalam kurun waktu 3 tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi akan tercapai dan bahkan akan mencapai swasembada pangan khususnya pajale yang berkelanjutan. Maka, keinginan dari Presiden Jokowi akan Negara indonesia menjadi negara yang dapat mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri serta memiliki ketahanan pangan yang kuat dapat tercapai. Bahkan, dapat mengimport hasil-hasil pangan ke negara-negara lain. (WD)



Pengirim : Willy Darmawan, S.IP
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas