| Variasi Efisiensi Koloni Wereng Hijau Nephotettix Virescens Distant dan Virulensi Inokulum Tungro |
|
|
|
| Written by I Nyoman Widiarta | |
| Tuesday, 16 December 2008 | |
|
Varietas tahan wereng hijau, maupun tahan tungro merupakan komponen pengendalian utama dalam pengendalian terpadu penyakit tungro yang ditularkan oleh wereng hijau, Nephotettix virescens. Dari 7 sumber gen tahan wereng hijau yang ada, empat gen tahan telah digunakan dalam merakit varietas tahan di Indonesia. Utri Merah, Utri Rajapan, Habiganj dan ARC adalah asesi yang tersedia untuk perakitan varietas tahan virus. Agar pergiliran varietas tahan dipraktekkan petani untuk memperpanjang durasi ketahan varietas, diperlukan usaha terus-menerus merakit varietas dengan berbagai sumber ketahanan berdasarkan variasi efisiensi vektor dan virulensi virus yang sesuai dengan preferensi konsumen.
Variasi efisiensi koloni wereng hijau terhadap varietas tahan diuji dengan uji penularan. Koloni wereng hijau diambil dari daerah endemis tungro di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Koloni-koloni wereng tersebut diuji kemampuannya menularkan tungro dengan inokulum dari tanaman sakit di Bogor. Variasi efisiensi koloni wereng hijau diidentifikasi berdasarkan kemampuannya menularkan tungro pada 4 golongan varietas tahan wereng hijau berdasarkan gen tahan tetuanya. Variasi virulensi sumber inokulum tungro dari daerah endemis tungro di Jawa dan Bali diuji dengan uji penularan. Tanaman bergejala tungro (inokulum virus) diambil dari suatu lokasi dari berbagai daerah endemis tungro di Jawa dan Bali. Wereng hijau koloni Sukamandi digunakan sebagai vektor untuk menularkan virus dari tanaman sakit yang diambil dari berbagai daerah. Varietas yang digunakan adalah Tukad Petanu, Tukad Unda, Tukad Balian, Kalimas, Bondoyudo, dan Pelita sebagai kontrol peka. Kesesuaiaan tetua/varietas dilihat indek penyakit hasil penularan.
|
|
| Last Updated ( Tuesday, 16 December 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|



